Thursday, May 27, 2010

Bali Sekali Lagi; Turis Aussie dan Bir Bintang

Kalau ditanya tempat paling favorit di Indonesia, saya akan langsung menjawab Bali. Sebenarnya banyak tempat wisata yang jauh lebih indah daripada pantai-pantai di Bali. Tapi bagi saya, Bali tetap terfavorit karena hanya di Bali saya bisa menikmati pantai yang indah sekaligus entertainment yang lain. Bali adalah syurga belanja, syurganya hotel-hotel mewah maupun hotel tidak mewah namun sangat nyaman sampai kepada hostel-hostel kelas Backpacker yang hanya Rp. 40.000 per malam.


 

Kali ini adalah kunjungan saya yang kelima kalinya ke Bali. Oleh karena itu saya ingin menulis tentang Bali sekali lagi. Bali dimata saya, dengan paradigma saya, dan tentu saja pujian-pujian saya tentang Bali sesuai dengan selera dan ukuran "keren: menurut saya. Oke, Bali terlalu luas karena saya belum mengunjungi semua tempat di Bali. Jadi mulai sekarang Bali yang saya maksud adalah seputaran daerah pantai bagian selatan.


 

Hari pertama saya habiskan dengan bermain ombak dan menikmati sunset di pantai Kuta. Ditemani seorang teman dari Swiss yang setiap tahunnya selalu berlibur ke Bali, saya meresapi keindahan lembayung sore di ujung cakrawala pantai kuta. Kawasan pantai inilah salah satu penyebab yang membuat Bali nggak ada matinya. Pantai ini juga yang paling terkenal di anatara para wisatawan pengunjung Bali. Tidak heran kalau pantai ini selalu padat pengunjung. Untuk surfer pemula ataupun yang ingin belajar surfing, di sini tempatnya. Hmm…lagu lawas "Lembayung Bali" adalah Soundtrack hati saya saat ini.


 

Kawasan Kuta adalah base point yang bagus untuk berwisata di Bali karena tempatnya yang strategis, berada di tengah-tengah semua wisata pantai di Bali. Ditambah lagi, semua fasilitas yang dibutuhkan wisatawan tersedia lengkap di sini. Kawasan Kuta Square dengan butik-butik dan department store, café-café dan restoran serta hotel sangat memanjakan para wisatawan. Begitu juga jalan Legian yang dipenuhi deretan resto, butik dan bar-bar tempat dugem.


 

Turis Australia dan Bir Bintang

Bermula dari scaning setiap orang yang lewat di depan tempat kami berbaring di pasir, Christian, teman Swiss saya itu kemudian ngomong sambil menunjuk kepada segerombolan turis asing yang lewat di depan kami.


 

"Kamu tahu asal mereka darimana?

"Nggak. Emangnya darimana?

"Aussie. Mereka turis Australia"

"Kok tahu?


 

Obrolan nggak penting kami itu kemudian membawa teman saya kepada kuliah singkat beberapa karakteristik turis Australia yang menurut teman saya itu sangat menyebalkan. Penasaran kenapa teman saya itu begitu sebalnya sama turis-turis Australia, saya pun menyimak.

Nah, inilah catatan singkat saya dari kuliah teman saya tentang mengapa turis Australia itumenyebalkan:

  • Speaking Out Loud! Bagi teman saya yang suka ketenangan itu, turis Ausralia sangat berisik. Menurut dia, kalau ada suara-suara keras di sekita anda di Bali, mereka adalah turis Australia. Kalau saya sih, senang-senang saja dengan keributan mereka karena saya suka menyimak pembicaraan mereka. Lagian di Bali kan kebanyakan turisnya dari Aussie. Dekat sih!


     

  • SKSD. Mereka sangat suka menyapa semua orang-orang yang mereka temui dengan gaya akrab. "Hi...Guys!", "Hi man!" How was your day?!" itu adalah beberapa sapaan yang biasa keluar dari mulut mereka. Bagi teman saya yang di negaranya orang terbiasa dengan "mind your own bussiness", ini sangat mengganggu. Akan tetapi bagi saya, itu menyenangkan karena menurut saya mereka ramah. Menurut teman saya, itu bukan ramah tapi sengak.


     


     

  • Telanjang dada dengan bad
    tatto. Turis-turis Australia memang suka banget telanjang dada dan benar kata teman saya, tato-tato mereka sama sekali nggak artistik. Kebanyakan tatto nya mencolok dan hampir mrnutupi satu bagian tubuh, bahkan seluruh badan plus kaki dan tangan.


     

  • Kalau pakai baju, bajunya pasti kaus dengan logo bir bintang besar-besar dan mencolok. Memang benar, hanya turis Autralia lah yang begitu suka dengan baju dan celana bir bintang. Tattonya pun sering berganbar logo bir bintang. Si Christian curiga kalau turis Australia itu suka patungan beli bir bintang biar dapat kompliment kaus, celana dan tatto gratis dari bir tersebut.


     


     

  • Selalu menenteng botol bir Bintang kemana-mana dan minum nggak henti-hentinya. I wonder, sebenarnya bir Bintang itu memabukkan nggak sih? Soalnya mereka kemana-kemana membawa botol itu sambil jalan normal.


     

Saya banyak menemukan turis-turis muda Australia tadi tinggal di Poppies Lane 1 dan 2. Kalau malam hari, ributnya minta ampun. Emperan toko-toko di "gang" itu dipenuhi oleh turis-turis dengan tatto buruk yang mabuk dengan bir Bintang di tangan sambil teriak-teriak dan nyanyi-nyanyi nggak karuan. Sebagian lagi, menghabiskan malam sampai drop di klub dan bar yang tersebar sepanjang jalan Legian maupun daerah seminyak.


 

Apakah lima karakteristik yang diberikan oleh teman saya itu terbukti benar? Yup, saya banyak menemukan kecocokannya. Seperti suatu malam ketika saya bersantai di kolam renang hotel, saya dikagetkan oleh seorang turis bertatto buruk dengan bir Bintang di tangan. Setelah menyapa akrab, dia menawarkan bir bintangnya kepada saya dan Christian.


 

"Sorry man, we don't drink! Kata saya dan Chris aklamatif.

Beberapa menit saya dibuat cengo karena saya harus menimak betul apa yang dia omongkan. Kayaknya sih dia pakai bahasa Inggris, tapi kok yang kedengaran hanya "blub, blub, blub". Bicaranya nggak nyambung pula.


 

Halah, setelah saya perhatikan, ternyata dia mabuk berat. Iya iayalah, pasti mabuk karena dari tadi saya lihat dia hanya duduk di balkon sambil memegang erat si Bir Bintang. Dan dia jauh-jauh nyamperin kita hanya buat nyapa-nyapa tadi. Hmm….benar-benar turis yang ramah!


 

Next Episod: Saya akan menulis tentang tempat-tempat dugem di seputaran Kuta dan Seminyak beserta kekhasannya masing-masing!

Wednesday, May 5, 2010

Three Idiots; Being an Idiot is Cool!!

Pernahkah anda berhadapan dengan seorang guru, dosen atau professor yang sangat tekts book? Maksud saya, pengajar yang sangat terpaku pada buku teks sehingga apa yang disampaikannya tidak ada yang baru karena buku rujukannya itu-itu saja dan warisan dari guru dia ketika kuliah dulu. Ketika mahasiswa menyampaikan pendapat atau menjawab pertanyaan harus sesuai plek dengan yang ada di buku.


 

Saya pernah bertemu dengan pengajar yang seperti itu dua kali. Satu kali ketika saya belajar di SMP dan satu kali lagi ketika saya menjadi mahasiswa. Guru geografi saya sewaktu SMP selalu menerangkan pelajaran dengan buku teks di tangan dan ketika dia menanyakan sebuah definisi, maka kami harus menjawab sesuai dengan yang tertulis di buku. Tidak boleh lebih, apalagi kurang. Lengkap dengan itu, yaitu, adalah dan kawan-kawannya dan tidak boleh tertukar antara adalah dan ialah. Saya pikir, guru yang sperti itu adalah warisan orde baru dan saya tidak akan menemukan lagi dalam kehidupan saya setelah SMP. Secara sudah zaman reformasi kan? Ternyata saya salah. Ketika kuliah saya bertemu lagi dengan pengajar yang serupa walaupun tidak sesaklek guru SMP saya tadi.


 

Sosok mereka berdualah yang langsung terbayang ketika saya menonton film "Three Idiots". Film Bollywood ini bercerita tentang kehidupan mahasiswa di sebuah kampus teknik yang paling bergengsi di India,
ICE (Imperial College of Engineering)-saya tidak tahu apakah kampus ini benar-benar eksis atau tidak, belum sempat googling. Tokoh sentral film ini adalah
Ranchoddas Syhamaldas Chancad (Amir Khan),
Farhan Qureshi
(Madhavan),
Raju Rastogi
(Sharman Joshi),
Cathur Ramalingam (Omi Vaidya) dan Virus-panggilan mereka untuk
Viru Shahastrabuddhi
rektor mereka yang diperankan dengan apik oleh
Boman Irani. Sebentar dulu, anda tidak alergi dengan fil India kan? Kalau iya, jangan alergi dulu, lanjutkan dulu bacanya sampai selesai! Ini berbeda dengan film india kebanyakan yang melodrama dan super lebay.


 

Rancho adalah seorang pemuda yang jenius.
Catet! Jenius, bukan sekedar cerdas dan pintar!!

Ia langsung menarik perhatian mahasiswa baru yang sedang diospek dengan sadis oleh senior mereka karena datang terlambat dan bisa menghindari peloncoan. Sebaliknya, ia bisa membuat kapok sang senior dengan sebuah alat sederhana yang dia ciptakan dengan singkat di dalam kamar tempat ia kabur sembari menghitung waktu berapa menit lagi kesabaran sang senior habis dan mendobrak pintu kamar untuk menyeretnya. IPA kelas dua SD katanya memberi kata kunci pada ala sederhana yang membuat nyali sang senior langsung ciut.


 

Sosok jenius Ranco membuat Raju dan Farhan langsung jatuh hati dan mengidolakannya. Mereka memanggilnya dengan panggilan kehormatan
"Bapa Ranchodas". Sebaliknya, Catur, mahasiswa dengan
otak alat perekam yang metode belajarnya adalah menghafalkan semua materi perkuliahan meskipun tidak memahami apa maksudnya. Mahasiswa india kelahiran Uganda yang kesulitan berbahasa India tapi bahsa Inggrisnya pun "kumur-kumur" dengan aksen India sekental adonan dodol garut. Dia percaya ada dua cara untuk menjadi juara;
Tingkatkan nilaimu, atau turunkan nlai orang!


 


Rancho sangat menentang system pendidikan di kampus itu yang menurutnya kuno. Dosen adalah "nabi" yang tidak pernah salah dan buku adalah kitab suci yang tidak bisa diganggu gugat. Menurutnya kampus ini hanya mengajarkan bagaimana untuk mendapatkan nilai bagus sehingga nama kampus berwibawa dan menjadi patokan keberhasilan mahasiswa di India. Hari pertama belajar, Rancho langsung membuat "kekacauan" di kelas karena berdebat dengan dosen sehingga sang professor mengusirnya dari kelas. Tapi hal itu malah membuat si professor kehilangan muka di depan mahasiswanya. Apa pasal?

Ketika Rancho berbalik untuk mengambil buku-buku di mejanya, professor menghardiknya:

"Hei, kenapa kau kembali!!!

"Aku lupa sesuatu Pak"

"Apa?

"Instrument and record, analyse, summarize, organize, debate ad explained information that are elastative and non-elastative hard bound paper bag jacketed non jacketed with forward introduction, table of content index that are intented for the enlightenment understanding enhancement and education human brains of sense in root of vision sometimes touch!!" jawab Rancho tenang tanpa putus.

Sang professor dan mahasiswa satu kelas mendengarkan dengan mulut terbuka, melongo heran dan tidak mampu mencerna apa yang disampaikan oleh mahasiswa yang telah membuat murka sang professor.

"Apa yang barusan kau katakana?

"Buku, Pak, buku! Saya lupa buku saya. Boleh saya ambil?

Kontan seisi kelas kecuali professor dan Chatur ngakak mendengar jawaban polos Rancho. Sementara Sang professor tidak bisa menahan kesal.

"tak bisakah kau sederhanakan penjelasanmu?!! Hardiknya dengan kemurkaan tingkat tinggi.

"Saya sudah melakukannya, tapi anda tidak suka bahasa yang sederhana" jawab Rancho tenang sambil tersenyum.

Kembali seisi kelas riuh oleh cekikikan mahasiswa yang tidak bisa menahan geli mendengar skak dari Rancho dan professor yang semakin murka.


 

Hari-hari berikutnya Profesor lebih banyak menyuruh Rancho untuk berada di luar kelas karena tidak tahan dengan argumnnya yang selalu menohok. Tapi bagi Rancho itu bukan masalah. Diusir dari kelas yang satu, kelas yang lainnya masih terbuka pintunya. Yang penting belajar.


 

Menjelang hari ujian semester, Catur mulai menjalankan prinsipnya untuk menjadi juara.
"Turunkan nilai orang! Ia berusaha memecah konsentrasi belajar mahasiswa lain dengan menyelipkan majalah dewasa ke setiap kamar mahasiswa seluruh asrama. Aksi busuk ini memicu otak jenius Ranco untuk mencari cara untuk memberikan pelajaran kepada ambisi Chatur.


 

Akkhirnya ditemukanlah cara untuk member pelajaran kepada si chatur sekaligus professor Virus sang rektor yang sadisnya minta ampun. Kesadisannya yang membuat Joy, seorang mahasiswa pintar memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kamar yang nahasnnya bertepatan dengan selesai disempurnaknnya oleh Rancho tugas akhir Joy yang ditolak oleh Virus karena menurutnya tugas itu tidak sempurna. Bukan Cuma itu saja, anak laki-laki satu-satunya juga bunuh diri dengan melompat dari kereta api karena tertekan oleh ambisi ayahnya yang memaksanya untuk menjadi engineer padahal ia sangat mencintai dunia kesusastraan.


 

Sebagai mahasiswa kesayangan para dosen, Chatur dipercaya untuk mewakili mahasiswa berpidato di hari guru yang diadakan oleh kampus dan dihadiri oleh menteri pendidikan. Otak jenius Rancho yang sedikit jahil langsung berpijar. Dengan fasilitas "replace" di Ms Word ia merubah teks pidato yang akan disampaikan oleh Chatur.
Kata-kata "ajaib dan keajaiban" digantinya dengan kata "cabul dan kecabulan". Kata-kata "uang" digantinya dengan kata "susu". Sedangkan puisi berbahasa Sansekerta yang memuji-muji pak menteri menjadi puisi yang berisi puji-pujian tentang kehebatan kentut si Chatur sendiri. Chatur yang tidak lancar berbahasa India itu menelan mentah-mentah teks pidato itu dengan kekuatan menghafal tape-recorder nya.


 

Inilah isi pidato itu:

Hari ini ICE menggapai langit tertinggi. Itu adalah jasa satu orang Shri Viru Sahastrabuddhi. Applaus untuk beliau! Selama 32 tahun beliau sentiasa memperjuangkan kampus. Beliau terus menciptakan cabul demi cabul. Semoga beliau terus melakukannya. Kami berfikir, bagaimana bisa seseorang selama hiduppnya menciptakan begitu banyak pencabulan. Dengan kedisiplinan tinggi beliau mampu melakukannya. Pemanfaatan setiap kesempatan, keteraturan jadwal, semua belajar dari beliau. Ya, dari beliau!

Hari ini, kita semua adalah mahasiswa. Esok, kita akan tersebar ke segala penjuru negeri. Aku berjanji pada kalian semua! Dimanapun kita berada pasti ada pencabulan. Kita akan mengharumkan nama ICE!


 


 

Kita akan tunjukkan pada dunia, kemampuan mencetak mahasiswa cabul disini yang tidak akan ditemukan pada mahasiswa manapun di seluruh penjuru dunia. Mahasiswa manapun!!

Bapak menteri yang terhormat, anda telah menyumbangkan sesuatu yang sangat kami butuhkan. Susu!!

Susu bagi semua orang yang kebanyakan mereka menyembunyikannya, jarang ada yang mau memberikannya. Anda memberikan susu ke tangan orang yang penuh cabul ini. Kita akan lihat, bagaimana beliau akan memanfaatkannya.

Dalam perayaan emas ini, saya akan mempersembahkan sebuah sajak.

    Beri kami kentut yang sempurna

    Kentut besar…tuchuk..tuchuk..!!

    Kentut Thud thudiya kecil

    Nafas utama kehidupan


 

Alhasil pidato yang seharusnya megah itu menjadi bahan tertawaan mahasiswa dan kemarahan menteri dan Virus walaupun Chatur sudah menyampaikannya dengan semangat berapi-api dan wajah mengulas senyum kebangaan atas kehormatan yang diberikan pada dirinya.

Satu pukulan, langsung kena 3 sasaran.


 

Yang paling terpukul atas kejadian itu tentu saja Chathur. Ia merasa seperti mukanya seperti dilempari dengan kotoran sapi padat. Sakit dan kotor. Ia sangat terhina. Ia mendatangi Farhan dan Rancho di atap gedung kampus dan menantang mereka bertaruh.


 

"Ayo kita bertaruh! Berani??!! Suatu hari dengan metodeku ini akan kutunjukkan kesuksesanku pada semua orang . Lalu aku akan tertawa dan kalian menangis! 10 tahun lagi di sini di tanggal yang sama kita akan bertemu. Kita buktikan siapa yang lebih sukses!!

"kawan, kau salah memilih jalan. Jangan mengejar kesuksesan. Jadilah orang besar, kesuksesan akan mengikutimu" Rancho mencoba menenangkan Chathur.

"Idealismemu tidak berlaku di dunia nyata Chanchad. Kau lalui jalanmu, aku lalui jalanku!! Chatur meraih pecahan botl minuman yang dilemparkannya ke tembok kemudian menuju tiang di tengah atap. Dengan penuh kemarahan dia menggoreskan tanngal mereka bertemu denga kaca ke tembok itu. Tanggal yang sama untuk mereka bertemu 10 tahun lagi.


 

Perjalan 10 tahun ini penuh dengan berbagai macam kejadian yang merubah hidup mereka, mengantarkan mereka menjadi manusia dewasa dengan pilihan jalan hidup masing-masing. Kejadian-kejadian yang kocak tapi sangat filosofis dan penuh makna. Apa saja kejadiannya? Tonton aja sendiri! Kalau nggak punya, request saja ke saya.


 

Saya sangat menyukai alur cerita film ini. Serupa dengan alur film
"Slumdog Millionaire", film Hollywood peraih banyak Academy Award yang juga mengambil setting di India. Mengalir,padat, filosif, kritik tajam yang dibungkus dengan lelucon yang menohok. Khususnya kritikan untuk dunia pendidikan dan motivasi belajar.


 

Soundtracknya juga bagus-bagus. Ada dua lagu yang paling saya sukai;
"Give me Some Sunshine" dan "All izz Well". Lagu pertama sangat acoustic, dengan cita rasa India yang samar, berisi tentang curahan hati para mahasiswa yang ingin melawan kehendak arus paradigma orang tua kebanyakan di India; be an engineer and your life will be superb! Lagu kedua adalah mantra penguat hati; All izz well (All is well-semua baik-baik saja)


 

Tokoh "Rancho"das Syamaldas Chanchad sangat pas diperankan oleh Amir Khan. Disini anda tidak akan menemukan actor-aktor ganteng Hollywood seperti di Melodrama india. Actor-aktornya lebih mewakili kebanyakan masyarakat India.


 

Sayangnya film ini tidak mendapat satu nominasi apapun di India sana. Yang masuk nominasi adalah melodrama super lebay ahay yang menjamur itu. Yah, mungkin melodrama memang mewakili kondisi masyarakat India saat ini.

Kenapa judulnya Three Idiots? Sebabnya karena mereka tidak tekstual. Yang tidak bisa menjawab sesuai dengan buku dianggap idiot di ICE!


 

Untuk rating, film ini patut mendapat 5 bintang untuk 1-5. Strongly recommended to watch pokoknya.


 


 


 


 


 

    

Monday, May 3, 2010

Kereta Ekonomi

Kereta api adalah salah satu moda transportasi yag paling saya sukai untuk bepergian. Berbeda dengan naik bus yangrasanya berada dalam sangkar kaca dan berasa sempit, naik kereta api seperti duduk di sofa ruang tengah. Apalagi kalau beruntung mendapat tempat duduk di samping jendela. Rasanya seperti duduk di ruang tengah rumah sambil melihat ke luar jendela. Kenapa saya merasa begitu padahal kondisi kursi kereta jauh dari sofa ruang tengah rumah saya? Mungkin karena ada meja kecilnya ya? Kondisi 'sofa ruang tengah' tadi bisa saya rasakan kalau naik kereta bisnis atau eksekutif.


 

Dua minggu yang lalu saya naik kereta ekonomi dengan rute Malang-Tulungagung. Perjalanan saya kali ini adalah dalam rangka menjadi panitia pernikahan seorang sahabat yang beruntung sekali sudah mendapatkan tambatan hati. Karena harus menyiapkan banyak hal untuk acara akad dan walimahan keesokan harinya kami berangkat 1 hari sebum hari H dengan menumpang kereta ekonomi siang dengan membawa 80 kg apel merah yang menjadi tanggung jawab kami. Berbeda dengan pengalaman naik kereta api yang biasanya berdesak-desakan dengan penumpang lain, copet, pengamen dan penjual asongan, kali ini kereta sama sekali tidak sesak. Saya bahkan duduk sendiri di satu deret kursi dekat jendela bgitu juga dengan bro Iqbal yang memilih mmenempati sendiri kursi samping jendela yang lainnya. Kondisi ini membuat saya bebas memainkan kamera di tangan saya membidik pemandangan yang menurut saya semuanya aindah terlihat dari jendela kereta. Apalagi daerah yang dilewati kebanyakan hamparan hijau tanah pertanian yang terhampar di ngarai-ngarai yang indah.


 

Objek dalam kereta pun tak luput dari jepretan kamera saya.

Sampai di Tulungagung kami langsung disambut oleh hawa yang kotras dengan hawa kota Malang yang adem. Secara keseluruhan, kota kecil ini bisa dikatakan indah. Indah menurut saya adalah ketika tata kotanya rapi dan lingkungannya bersih. Seperti kebanyakan kota di Jawa, stasiun kereta api, alun-alun dan masjid jami' menjadi unsur utama. Jalan-jalan di pusat kota bersih dan bebas dari pedagang kaki lima. Tapi seperti pemasalahan kotakecil lainnya, sulit untuk mendapatkan pilihan barang yang beragan ketika akan membeli sesuatu.


 

Kenikmatan saya naik kereta ekonomi rupanya tidak bisa dirasakan ketika saya harus balik ke Malang. Inilah rupanya wajah kereta api kelas ekonomi yang sesungguhnya. Ketika saya naik di stasiun Tulungagung gerbong sudah penuh sesak. Saya pun harus puas dengan berdiri di pintu gerbong. Dan saya harus berdiri 4 jam di tengah polusi bau badan manusia dengan aneka aroma di tengah hawa super panas. Berasa lagi di sauna. Tapi tentu saja tidak nikmat seperti di sauna.


 

Setiap stasiun kereta berhenti dan terus menaikkan penumpang.

"oo…itu masih kosong!

"ayo ke tengah! Di tengah masih kosong!


 

Saya melongokkan kepala ke tengah gerbang mencari tempat kosong namun yang saya dapati malah kursi gerbong yang sesak dan lorong yang penuh dengan penumpang yang nasibnya sama seperti saya, berdiri. Ternyata kosong versi penumpang ekonomi adalah celah di tengah jepitan badan penumpang lain yang sudah menyesaki gerbong.


 

"Mohon perhatian! Dari arah timur akan lewat kereta Matarmaja Express tujuan Jakarta memasuki platform 3!

Hah..?? Sejak kapan Matarmaja jadi kereta express? Bukannnya itu kereta ekonomi yang tiap stasiun sepanjang Malang-Jakarta berhenti buat menaikkan penumpang dan tidak mengenal istilah penuh?


 

Hmm…rupanya istilah express itu tergantung tempatnya, bukan istilah yang sudah tetap. Kalau ada kereta ekonomi bertemu kereta ekonomi yang lain, kereta ekonomi yang melayani rute yang lebih jauh seperti Matarmaja menjadi kereta Express. Ajaib!!