Thursday, September 22, 2011

Yellow Booster

Al iman yazidu wa yanqus.Iman itu bisa bertambah dan berkurang alias fluktuatif. Itu kata ustadz saya ketika di SMA dulu yang masih saya ingat. Sama seperti iman, mood juga begitu. Hari ini senang banget besok bisa bete nggak ketulungan.

Dalam lingkungan kerja saya kami sering menggaung-gaungkan bahwa kami hanya punya dua mood yaitu good mood dan very good mood. Walaupun saya sudah memmerintahkan otak saya untuk tetap good mood sering juga mood saya terjun bebas ke bar paling rendah. Tapi untunglah saya punya banyak trik dan mood booster yang membuat mood saya melejit naik lagi.

Mood booster bagi saya bisa bermacam-macam. Ada yang berupa benda,aktifitas,ucapan maupun lagu atau gabungan keempatnya. Awalnya saya pikir hanya saya yangpunya mood booster seperti itu. Seorang kenalan trainer dan coach di sebuah institusi juga ternyata melakukan seperti yang saya lakukan untuk menjaga maupun menaikkan moodnya.

Berikut ini adalah benda-benda dan beberapa hal yang saya lakukan untuk menaikkan mood saya.

1. Showering
Mau kerja tapi mood sedang sedang buruk-buruknya. Mau jalan-jalan tapi harus kerja. Saya akan langsung ke kamar mandi dan berdiri di bawah shower memejamkan mata menikmati kesegaran air yang membasahi ubun-ubun dan mengalir ke seluruh tubuh saya. Setelah itu saya akan meraih lulur citra mangir dan minyak zaitun dari Citra (catet ya, Citra!). Menghirup aromanya yang meruap perlahan membuat jiwa raga fresh lagi. Kemudian prosesi mandi ganteng memanjakan diri ini dilanjutkan dengan menyabuni seluruh tubuh dengan sabun cair beraroma mangir dan zaitun dari Citra (lagi).

2. Grooming
Kelar mandi,sayang kalau prosesi 'menyayangi' diri tidak dilanjutkan. Berdiri di depan kaca dan pandangi kembaran di depan saya. Ambil shower gel dan mulai bercukur. Bulu-bulu di wajah saya sih tidak banyak. Tapi salah satu keuntungan menjadi lelaki adalah ritual mencukur rambut di wajah. Puncak kenikmatan bercukur ini adalah pada saat mengoleskan after shave balm di area bekas cukuran. Rasanya seperti apa? Rasakan sendiri deh.

Prosesi bercukur sudah kelar. Sekarang saatnya mengoleskan body lotion dengan aroma mangir dan zaitun dari Citra (again Citra). Sekarang tinggal memilih pakaian yang dikenakan.

Memakai pakaian yang tepat akan membuat mood bagus. Kadang-kadang saya akan riang dan tidak bisa menahan diri untuk melonjak-lonjak dan tersenyum riang kalau saya sedang suka dengan palaian saya. Mungkin seperti orang yang sedang jatuh cinta.

Prosesi berpakaian dimulai dengan memilih pakaian kesukaan. Dimulai dari yang paling dasar; Underwear!

3. Yellow Underwear
Jangan pernah menyepelekan underwear. Ini adalah fashion item temuan paling jenius dalam peradaban manusia. Bayangkan kalau underwear tidak pernah ditemukan! Underwear yang membuat saya tertawa riang dan merasa sexy adalah yellow brief from Bum Equipment. Dulu suka sama Pierre Cardin yang Geometric. Si, yellow underwear ini memang benar-benar shocking yellow. Kenapa harus yellow? Yellow menurut saya warna yang benar-benar ceria dan menyegarkan.

Untuk outfitnya tinggal menyesuaikan saja. Tapi dalam rangka memboosting semangat ini saya anti mengenakan seragam. What I mean with seragam is baju kantor yang bertuliskan slogan dan campuran dua layer warna dengan bahan kain drill. Oh no! Sekarang, saya siap beraktifitas. Tapi, oops saya lupa sentuhan yang paling penting! Fragrance!

4. Bvlgary Man
Saya pernah membaca bahwa Umar bin Khattab mengalokasikan 1/4 penghasilannya untuk membeli parfum. EDT Bvlgary Man adalah perfume yang paling saya suka dari semua koleksi parfum saya. Base notenya Musk. Begitu pertama kali mencium aromanya saya langsung suka. Perfume ini menggeser posisi Fahrenheitnya Dior yang dulu selalu membuat saya mabuk kepayang lemas-lemas. Wangi sudah, baju oke ayo...

6. Jalan-jalan!
Itu kalau saya tidak kerja. Saya akan menyandang kamera saya dan jalan-jalan sambil jepret ini jepret itu .

Wuihh...! Kelihatannya ruwet ya urusan mood ini. Sebenarnya tidak karena saya menikmatinya.

Selain urusan 'menyayangi' diri sendiri tadi ada banyak hal-hal kecil yang menaikkan mood saya:

1. Bunga Kamboja
Saya tidak tahu mengapa saya sangat menggandrungi bunga yang identik dengan kuburan ini. Bukan yang jenis adenium yang pohonnya pendek ituam saya suka yang pohonnya besar. Padahal dulu bunga ini hanya tempat melekat tanaman anggrek ibu saya. Ketika lebaran kemarin saya menanam dua jenis kamboja di rumah ibu saya; pink dan warna lembayung seperti semburat sunset. Jadi, sekarang di rumah ibu saya sudah ada tiga jenis
kamboja.

2. Membaca
I always get better after reading. Membaca apa saja. Tapi belakangan ini saya suka mengulang-ulang membaca keras pidato Steve Jobs di Stanford University yang berjudul 'You've Got to Find What You Love'. Saya menyimpannya di BB biar mudah dibaca di mana saja.

3. Cincin
Saya punya cincin perak sederhana pemberian abang Swiss saya ketika berlibur di Bali awal tahun lalu. Saking sederhananya seorang Jewelery Maker di kota tua 'Koto Gadang' di Bukittinggi heran mengapa saya memakai cincin sederhana itu sedangkan di Koto Gadang terkenal dengan perhiasan perak dengan mutu terbaik karena karatnya yang tinggi. Begitu juga designnya.

4. Kunci
Kunci? Iya dua buah kunci antik berwarna kuning terbuat dari kuningan pemberian abang saya yang baru saja mengakhiri masa lajangnya. Satu dengan pangkal berbentuk waru dan satunya lagi elips. Saya selalu menggantungkannya di leher saya. Gara-gara hal tersebut banyak teman saya mengira saya beralih profesi menjadi tukang kunci. Iya, saya tukang kunci pembuka kunci any good possibilities!

Itu beberapa mood booster saya. Sebenarnya kan mood itu dikendalikan oleh otak. It's a mind game. Tapi kadang otak kalah sehingga hal-hal tadi bias dijadikan pemicu buat otak untuk tetap memerintahkan rasa untuk good mood.

No comments:

Post a Comment

Whaddaya think?