Dalam postingan ini saya akan bercerita tentang satu lagani dulu, lagani yang tidak hanya menyajikan kopi tapi juga makanan berat seperti pasta, pizza dan berbagai menu ayam, makanya namanya lebih dikenal dengan Pasta Lagani . Dan menu favorit saya adalah menu sarapan tentu saja. Saya selalu menyukai sarapan, it’s my favourite meal time. Dengan harga yang sangat murah, saya sudah bisa mendapatkan satu menu sarapan dengan pilihan salah satu racikan kopi; cappuccino, Americano atau Coffee au lait. Menurut pengamatan saya pengunjung biasanya datang untuk kopi dulu dan duduk berlama-lama sibuk di depan laptop atau membaca, atau seru mengobrol dengan teman-teman. Baru kemudian ketika mereka lapar, mereka memesan makanan berat. Sepertinya alasan utama datang ke sini adalah kopi dan ambience. Perpaduan berbagai macam ras, buku-buku tebal, aroma kopi, percakapan dengan berbagai bahasa yang sahut menyahut membuat saya betah berlama-lama di sini. Kalau anda adalah orang yang merasa bahwa a man with book is sexy, anda akan orgasm di sini.
Saturday, November 1, 2014
Cerita Jogja; Mari, Ngopi Bareng saya di Lagani
Dalam postingan ini saya akan bercerita tentang satu lagani dulu, lagani yang tidak hanya menyajikan kopi tapi juga makanan berat seperti pasta, pizza dan berbagai menu ayam, makanya namanya lebih dikenal dengan Pasta Lagani . Dan menu favorit saya adalah menu sarapan tentu saja. Saya selalu menyukai sarapan, it’s my favourite meal time. Dengan harga yang sangat murah, saya sudah bisa mendapatkan satu menu sarapan dengan pilihan salah satu racikan kopi; cappuccino, Americano atau Coffee au lait. Menurut pengamatan saya pengunjung biasanya datang untuk kopi dulu dan duduk berlama-lama sibuk di depan laptop atau membaca, atau seru mengobrol dengan teman-teman. Baru kemudian ketika mereka lapar, mereka memesan makanan berat. Sepertinya alasan utama datang ke sini adalah kopi dan ambience. Perpaduan berbagai macam ras, buku-buku tebal, aroma kopi, percakapan dengan berbagai bahasa yang sahut menyahut membuat saya betah berlama-lama di sini. Kalau anda adalah orang yang merasa bahwa a man with book is sexy, anda akan orgasm di sini.
Thursday, May 17, 2012
My Bali Life# ; Carrot Cake and Lemon Tart in Mango Tree Cafe
There we were. I and Mr. Shine took the outdoor seat under the Mango tree with Mango Juice and Mango smoothie that were not good becouse they blend the unripe mango I guess. It's not the Mango season like our prevoius visit to this place.
| Mangoo Tree's carrot cake. The most delicious carrot cake I've ever tried! |
The carrot cake and Lemon tart were superb, especially the carrot cake. It's our reason to stop. The smell of cinnamon, domminant ingredient of carrot, chocholate and almonds went so right.
| Mango Tree's Lemon Tart. I'm not the fan of lemon tart anyway. |
Thanks to the kitchen master who created this heavenly taste cake. I will definitely stop by for anothe carrot cake next time.
Saturday, May 12, 2012
My Bali Life; Breakfast with Style in Tuckshop Seminyak
![]() |
| Since I didn't have my camera with me, I took all the pics in this post from this cool blog; Crema and Crumbs. So, the photo credits are on him/her |
Breakfast is one of the most important thing for my day. for me, good breakfast creates a good whole day. Anytime I visit my mother, it will be me who prepare the breakfast for the big family. What I prepared range from simple pancakes or the pancakes that i made by trying mixing this and that. And the last time, I made a pumpkin pancakes with the freshly picked pumpkin from my sister's garden. Preparing the breakfast is one of my "Joie de vivre".
When I was in my recent stay in Bali, I was addicted to 'breakfast around'. I and my friend tried several places for the breakfast around Seminyak and also Ubud. It started becouse the fancy budget hotel in Seminyak where we stayed for some days didn't serve the breakfast in the hotel package.
Riding the motorbike along the small street in Seminyak we tried to find the restaurant serving breakfast took us uncoincidely to a small place in the corner of Laksamana Oberoi Street and Kayu Aya street. Coming back and forth passing this street before, I never realized that this is a reastaurant. I wondered it was a boutique becouse what i see from Laksamana Oberoi Street are the display of fashion items. This place is more wellknown as Corner Shop wich is the name of the boutique, while the real name of the restaurant is Tuck Shop. It's a combination between cafe, deli, boutique and gallery.
Once we entered the restaurant, i was welcomed by the smell of coffee from the busy grinding coffee machine operated by two man beside the door. That smell somehow created a tranquil feeling on my soul. I always love the smell of cofee!
The interior is really fancy. Tables are situated among the manequinn and fancy clothes hunging with designed forms.I love the place more and more when I sat in the big table in front of shell that full of books, magazines, dayly newspapers and the display of some organic product like jam, coffee bean, and tea.
I was confuse which breakfast I wanted. All are tempting and mouth watering. I ended up taking the baguette sandwich, and Cappuccinno. Wow, it was a very big plate contained of baguette and two pieces of sadwich that I thought I couldn't eat them all. Both I and mr. Shine, was amazed when in the end we found my plate was clean!
What I like most from this restaurant is the atmosphere. You know what, almost everyone I saw was busy with their Apple stuff. See that man in the corner table near the tank top t-shirt collection! His cuteness improving some bars becouse of that Mac Book Pro. Dressing in a fade orange t-hirt, dark blue very short pant and flat make him looks georgous. And that ellegant expensive looks lady with her new I-pad sitting with two men occupied with their Mac Book beside me just made me soooo jealous. It seems they worked on their business while having their breakfast. In the other corner, a group of mothers with their baby seems enjoying their gossip time.
This fancy place are commonly fulled up by expats who are based in Seminyak area. Therefore, just few locals can be found here.
I've pick this place as one of my favourite breakfast place in Bali. It's really reccomended place for you to end up your jogging in the morning or just simply the place to see and to be seen. and don't worry, you can have your breakfast even in the afternoon here becouse the restaurant serve the breakfast until 18.00. It's all day breakfast!
For me, I'll visist back this boutique resto with more preparation; good dress and fancy gadget!
Saturday, April 7, 2012
My Bali Life; All Day Breakfast in Cafe Seminyak
| Saya jatuh cinta dengan cangkirnya. |
| Cafe ini menyatu dengan butik kecil. Sarapan sambil menghayati karya fashion yang berkelas:) |
| Tampak luarnya sih biasa. Kafenya juga kecil. lebih besar coffee time, kafe favorit saya di Malang. |
Tuesday, October 11, 2011
Ubud Writers and Readers Festival 2#; Rendevouz Deux
Monday, May 2, 2011
Celcius Cafe; Menikmati Sajian Plus, Plus!

Memandang laut dari Celcius Cafe. Foto diambil dari sini karena waktu itu sy lupa bawa kamera
Kafe adalah salah satu public sphere yang selalu saya cari kalau mengunjungi sebuah kota. Saya mendapatkan banyak hal dari tempat tersebut. Biasanya kopi yang enak, tempat yang nyaman dan juga kalau beruntung teman baru yang asyik. Bahkan di Padang, kafe itu menjadi 'kantor' saya karena di sanalah saya menyelesaikan banyak pekerjaan saya dan juga bertemu dengan client dan juga tim saya.
Walaupun Kuta Bali terkenal dengan pantainya, banyak juga kok tempat selain pantai yang bisa dikunjungi untuk menikmati suasana. Salah satunya menikmati suasana di kafe-kafe yang bertebaran di pinggir pantai maupun seputar Kuta Square ataupun Seminyak. Ini bisa menjadi alternatif kalau anda tidak suka berada di luaran karena hujan atau memang sengaja ingin menikmati suasana.
Ketika liburan kemarin, saya tidak sengaja mengunjungi sebuah kafe yang keren banget di Discovery Mall. Awalnya saya salah masuk karena saya mengira itu butik karena namanya sama dengan butik tempat saya membeli pakaian di Malang. Karena judulnya mengantarkan teman yang ingin membeli bermuda, saya mengajak dia ke butik celcius karena dia menyukai bermuda yang saya pakai yang saya dapatkan dari butik itu.
Kafenya sih kecil saja. Terletak di lantai 3 Dicovery Mall, sebelah barat dengan balkon yang langsung menghadap ke laut dan restoran-restoran dan ruang terbuka yang menjadi tempat lalu-lalang orang di bawah sana. Tentu saja ini tempat yang sangat perfect buat saya yang suka memperhatikan orang-orang. Mengomentari satu-satu penampilan orang yang lewat dan kadang-kadang berteriak kecil kalau pakaiannya saya suka dan saya kepingin punya juga. 
pemandangan di bawah sana. Biasanya ramai orang duduk-duduk dan lalu lalang
Dengan kursi bar dan meja tinggi tanpa penghalang membuat mata leluasa memandang ke laut menikmati ombak yang berkejaran atau sunset pada sore hari. Angin sepoi-sepoi yang meniup wajah yang bersekutu dengan pemandangan spektakuler itu membuat rasa cappuccino saya berlipat-lipat nikmatnya. Berlama-lama duduk di situ membuat imajinasi saya berkelana dengan bebas. Ide-ide juga mengalir deras.
Saya suka sekali berada di sana ketika sehabis hujan dan sore hari ketika sunset. Dan saya nggak jadi masuk kalau kursi yang berjejer menghadap laut itu penuh terisi . Tujuan utama saya kan melihat laut itu. Cappuccinonya hanya alat untuk bisa berada di sana lama-lama saja. Kafe ini akan menjadi tempat berkunjung wajib setiap saya ke Bali. Kafe ini akan menjadi tempat berkunjung wajib setiap saya ke Bali. Tempat menikmati sajian plus, plus.
Adakah teman-teman yang pernah ke tempat ini? Share your experience!
Wednesday, April 27, 2011
Padang 7# Place to Escape
Sudah dua hari ini saya berkutat dengan file-file pekerjaan yang menumpuk. Akhir program seperti ini memang tumpukan pekerjaan langsung menggunung. Membuat laporan program, evaluasi, mengecek hasil kejuan peserta program dan mempersiapkan rencana business trip selanjutnya. Itu artinya saya harus sering-sering angkat telephon untuk koordinasi dengan tim di tempat baru yang akan didatangi, mencocokkan jadwal, mengejar deadline pekerjaan di tempat yang sekarang dan juga sering-sering berkoordinasi dengan tim.
Karena program ini adalah kerjasama dengan institusi lain, maka saya harus membuat laporan dobel. Di sela-sela itu pula saya harus menyelesaikan follow up kemungkinan kerjasama dengan beberapa calon investor di kota tetangga. Hfffhh…benar-benar dituntut untuk multi tasking. Untunglah teknologi membuat connecting menjadi mudah. Tapi namanya manusia, melihat yang lebih mudah, saya ingin juga dong memakai fasilitas yang lebih memudahkan pekerjaan seperti I-Pad, i-Phone atau paling tidak Balckberry*ngarep.com. Eits, tapi ini juga semacam suara hati buat Mr. YunJ *
Dengan beban kerja yang menguras otak dan tenaga itu saya tidak bbetah kalau harus bekerja di rumah, di kamar yang sama tempat saya tidur dan melakukan aktifitas lain. Maklum anak kos. Mau ngerjain di kantor, saya malas harus berkemeja rapid dan berdasi.
Untunglah saya menemukan tempat yang bisa menampung keberatan-keneratan saya tadi. Sebuah kafe yang cukup cozy di Taplau (nama pantai di tengah kota Padang). Sebenarnya kafe ini baru buka jam 3 sore. Akan tetapi karena waiternya baik sekali, dia mengijinkan saya untuk nongkrong pagi-pagi di kafenya dengan konsekuensi tidak boleh berharap ada menu apa-apa selain soft drink. Nggak ada kopi karena saya datang terlalu pagi. Tapi buat saya, saya diperbolehkan nongkrong seharian dari pagi bahkan sebelum mereka buka sudah sangat menyenangkan.
Sudah dua hari saya merajai sofa di sudut kafe ini dengan tumpukan pekerjaan. Kalau saya merasa agak penat, saya tinggal melangkahkan kaki ke luar dan mendapati hamparan laut biru yang berkilau ditimpa sinar matahari. Saya biasanya akan menjepretkan kamera DLSR saya ke beberapa objek menarik. Refreshing sekaligus belajar fotografy. Nah, ketika sore, saya akan bergabung bersama-sama dengan fotografer yang lain berusaha mengabadikan moment sunset yang banyak diburu.
Selain itu, kafe ini mempunyai seorang waiter yang sangat ramah. Tapi nampaknya ia bukan waiter karena tidak pernah mengenakan seragam waiter seperti yang lainnya. Dia sangat friendly mengobrol dengan pengunjung café. Itu pulalah yang membuat saya kembali lagi hari ini. Kekuatan sebuah service.
Jadi, kalau anda datang ke padang dan butuh tempat untuk escape atau seedar menikmati sore di pinggir pantai, sambangi langsung aja café ini. Kafe Homey dan Uda Dikdik yang ramah.



