Thursday, January 21, 2010

Naked in the Public

Perkembangan teknologi virtual macam internet yang membuat semua batas bukan penghalang lagi membuat semua orang punya kesempatan akses ke segala hal. Kecuali yang out of coverage area loh ya. Orang jadi bisa lihat porn tanpa harus malu kepada penjual DVD yang jualannya bisik-bisik, kecuali malu sama diri sendiri tentu saja. Siapa saja bisa tahu cara buat ectacy tingkat tinggi karena manualnya dipampang di internet, tnggal download aja. Malah bisa buat ectacy yang ekslusif; hasil mixing resep sendiri macam mixing berbagai macam minuman seperti yang sering saya lakukan. And of course don't say that internet provide you bad things just because I wrote the bad example lah. Yang nggak tahu apa-apa mendadak jadi pintar gara-gara berguru sama Mbah Google juga banyak kok. Tapi hati-hati loh sama mbah google, nggak selamanya dia benar. Dia itu bagusnya hanya dipakai buat "pengantar" saja. Selengkapnya baca dong bukunya. Proof reading gitu. Jadi, jangan sampai deh, ngotot dengan pendapat kamu kalau referensinya Mbah google. Menurut lo para ilmuwan nulis buku buat apa?


 

Nah, salah satu keuntungan internet adalah siapa pun bisa jadi seleb di dunianya. Apalagi didukung oleh social site network yang sekarang sedang menggila. Kalau ada yang masih mengandalkan friendster, aduh…so last year lah ya. Facebook hadir dengan segala fasilitas yang membuat penggunanya bisa kelihatan tetap up to date dan gaul (walaupun saya nggak pernah merasa gitu loh ya. Saya sih biasa-biasa saja. Kalau ada yang nawarin saya buat ngedelete account saya dan sebagai imbalannya saya ditraktir beli jeans-jeans impian saya, saya sih yuk mareee mau banget! Kan tinggal bisa buat lagi account yang lainnya. Mudah ini!).


 

Facebook buat saya sangat sangat insightful. Saya jadi jadi bisa tahu teman yang sampai sekarang belum pernah ketemu lagi lagi ngapain, sedang bahagia atau sedih, lagi dimana dengan siapa, bokek apa nggak. Saya jadi tahu teman saya yang jaim banget itu ternyata banci pamer juga. Saya jadi tahu si A yang wise banget itu ternyata alay dan lebaynya minta ampun. Dari mana saya tahu? Tentu saja dari update an status mereka. Ok, I'm predijuce! Tapi kan biasanya mereka update sesuai dengan apa yang mereka rasakan, alami, atau lihat kan?


 

Ada teman saya yang dulu ketika facebook baru-baru ada dan saya kasih tahu ke dia kalau punya facebook itu asyik banget. Dengan sinis dia ngatain jangan suka ikut-ikutan. Menurut dia sih, facebook itu nggak penting banget. Intinya, ogah lah dia punya facebook. Selang beberapa waktu kemudian, dia nongol di facebook minta di confirm dan menjadi orang yang paling eksis sejagad persfacebookan. Statusnya ganti berbilang menit. Satu menit yang lalu statusnya lagi makan lontong sayur, menit berikutnya lagi makan lontong campur, kemudian makan lontong nggak pake apa-apa, menit berikutnya minum cola di kafe ini dan menit berikutnya lagi minum air dari kerannya si itu. Hari ini pake baju warna kuning siangnya statusnya sudah ganti pake baju warna ungu agak ke pink-pink an. Saya belum nemu aja yang pasang status merek underwear nya apaan, tapi ada kali ya??


 

Teman saya ada yang bilang kalau seorang teman hatta seorang sahabat sekalipun nggak berhak sedikit pun buat mengutak-atik hidupnya. Setuju!! Kata dia lagi, seorang sahabat sekalipun nggak berhak tahu hal-hal pribadi dia. Setuju!

Tetapi semakin hari, semakin dia menjadi banci status, kok hampir tidak ada lagi yang secret dari pribadi teman saya itu ya? Semua semakin kontradiktif dengan prinsip dia yang dia katakana pada saya yang saya agak-agak gimana gitu karena saya adalah orang yang hamper tidak punya rahasia. Status dia yang berganti berbilang menit itu makin menceritakan secara detail siapa dia. Status dia yang belum tidur di kamarnya di atas bed merek Apalah dengan selimut warna ungu muda kesukaanya sambil memikirkan besok mau ngapain. See…, sampai-sampai dalam kamar bahkan otaknya pun saya tahu loh. Dan bukan saya yang ngorek-ngorek ingin tahu tapi dia yang shout out loud kepada dunia kok.


 

Lama-lama saya melihat mereka telanjang. Naked in the public. Yah, nggak jauh beda lah sama Joko Anwar yang nekad telanjang di supermarket beberapa waktu yang lalu. Orang lain jadi tahu apa yang mereka tidak ingin ketahui. Yang biasanya di dunia nyata tersembunyi, di status facebook menjadi telanjang berhalo-halo ria. Yang dalam kesehariannya kalau diomongkan kok jadi lebay dan nggak penting banget di status facebook bertebaran dengan riang gembira. Nah kawan, telanjang tak?

Orang kan takut dan malu kalau telanjang di tempat umum. Kecuali Joko Anwar tentunya. Kalau "telanjang" di facebook kan nggak ada yang lihat ya. Hello…, orang sejagad raya (yang punya facebook dan masuk dalam friend list) tahu kali!!


 

Kalau saya menulis begini, bukan berarti saya nggak pamer status loh ya (takut dituduh). Saya juga suka kok pasang status, tapi kalau harus alay, lebay dan telanjang, terima kasih deh!! Secara saya kan pengennya pamer kalau yang dipamerin itu permata bukanbatu apung.

Jadi saya mau pasang statusnya gini; lagi di bawahnya Eiffel neehzz…kerenzzhhh bange deh..!! Nggak alay kan?? Iya kan??

Tapi kalau besok saya sering update status, jangan dikatain ya? Ya? Jangan dibuatin note kayak gini juga. Kan malu!!

2 comments:

  1. aslm, bahkan semalam saya berdiskusi dengan anak tl, temanya adalah : 'banyak yg protes bahwa update status mbah jiwo di fb kebanyakan adalah sampah'.

    Ga penting deh...

    Trus gimana donk rik...

    ReplyDelete
  2. wa'alaikum salam.

    ah, don't take it too serious lah Mbah. penting dan ggakx kan tergantung kita n' yang ngelihat. kalo ada yg komen berarti penting buat dia.

    easy, easy. easy!!

    ReplyDelete

Whaddaya think?